- Diposting oleh : Administrator
- pada tanggal : Februari 05, 2026
Kegiatan diawali dengan pembacaan nadhom Amtsilati secara kolektif. Tradisi lar-laran ini berfungsi sebagai penguatan awal pemahaman gramatika bahasa Arab. Nadhom Amtsilati sendiri merupakan ringkasan dari ribuan bait Alfiyah Ibnu Malik yang disusun agar lebih mudah dihafal dan diaplikasikan.
Metode Interaktif Bersama Praktisi Berpengalaman
Pelatihan dipandu oleh Ustadz Ali Ansori, pengajar metode Amtsilati yang telah lama berkecimpung dalam dunia pembelajaran nahwu dan sharaf. Dengan gaya penyampaian komunikatif, materi yang selama ini dianggap sulit mampu disajikan secara sederhana dan aplikatif.
Suasana kelas berlangsung cair dan jauh dari kesan monoton. Lantunan nadhom, kuis singkat, serta dialog dua arah menciptakan atmosfer belajar yang hidup dan mendorong partisipasi aktif seluruh peserta.
Salah satu peserta, Ahmad Fatoni, mengaku pelatihan ini mudah diikuti. Ia menilai metode yang digunakan membuat materi lebih cepat dipahami karena disampaikan secara sistematis dan langsung oleh ahlinya.
Jembatan Menuju Literasi Turats dan Al-Qur’an
Pelatihan Amtsilati tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknis bahasa Arab. Program ini dirancang sebagai pintu masuk untuk memperkuat literasi turats atau kitab kuning, sehingga peserta mampu mengakses khazanah keilmuan Islam klasik secara mandiri.
Penguasaan nahwu dan sharaf juga menjadi fondasi penting dalam memahami Al-Qur’an. Dengan analisis kebahasaan yang tepat, peserta diharapkan mampu menafsirkan ayat secara lebih mendalam dan sesuai dengan kaidah keilmuan.
Inklusif dan Berbasis Tradisi
Panitia pelaksana mengemas kegiatan ini secara inklusif dengan memadukan nadhom berbahasa Arab dan Indonesia. Pendekatan tersebut memudahkan peserta dari berbagai latar belakang untuk mengikuti materi dengan nyaman.
Fasilitas pendukung seperti diskusi dua arah dan waktu istirahat yang terjadwal turut menjaga fokus serta stamina peserta selama pelatihan berlangsung.
Rangkaian Pelatihan Amtsilati dijadwalkan berakhir pada Kamis (5/2/2026). Penutupan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus menekuni kajian kitab kuning dan pendalaman Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Upaya Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UMALA ini menjadi sinyal positif bagi lahirnya generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap kokoh berakar pada tradisi keilmuan Islam.

.jpeg)
